Skip to main content

Posts

Betapa saling menghargai sangat penting.

Recent posts

Mengemban amanah paling mulia

Selalu melekat dalam ingatan wanita muslimah bahwa tanggung jawab seorang perempuan setelah berkeluarga tidak hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi telah merangkap memiliki tanggung jawab sebagai istri dan Ibu ketika sudah dikaruniai buah hati. Tanggung jawab seorang Ibu dalam membina dan mendidik kepribadian anak lebih besar dibandingkan dengan tanggung jawab seorang Ayah. Bagaimana tidak, seorang Ibu memiliki intensitas waktu yang jauh lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak di rumah dibandingkan dengan Ayah yang memiliki tanggung jawab lain mencari nafkah. Maka jika sang Ibu memiliki akhlak dan kepribadian yang mulia, tentu anak-anak mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik dalam asuhannya.  Begitu banyak tercatat dalam sejarah tentang jejak kiprah para Ibu luar biasa yang mampu melahirkan pribadi-pribadi berlian yang cahayanya terus berpendar menerangi sejarah umat manusia. Sebut saja Imam Asy-Syafi`i, adalah seorang yatim sejak masa belia, namun bel...

Belajar tentang keberanian dari Fathimah binti Khattab dan Malala Yousafzai

Kalian pasti pernah membaca kisah heroik Fatimah binti Khattab ketika berhadapan dengan lelaki bertubuh kekar yang hatinya dipenuhi amarah; Umar bin Khattab. Kala itu ia datang dengan sebilah pedang yang diikat di pinggangnya, dengan tujuan untuk memenggal kepala Fatimah yang berani menentang agama nenek moyangnya.  Tiba-tiba saja pukulan keras menghantam wajah wanita yang hatinya dipenuhi cahaya iman itu. Berdarah-darah wajahnya, sambil meringis dalam tangis menahan kesakitan. Tapi ia tetap  berdiri, menghadapkan wajahnya pada lelaki berwajah kejam penuh kemarahan. Pernah gak? Kamu membaca kisah keberanian seorang gadis kecil tanpa dosa. Ketika ia memperjuangkan hak yang seharusnya ia dapatkan; pendidikan. Di hadapan kawan-kawannya, sebuah peluru dari seorang tentara Taliban mendarat tepat di bagian kepalanya. Kala itu, semua orang berpikir ia akan mati. Tapi takdir berkehendak lain. Ia hidup kembali.  Kau tahu? Apa yang dilakukannya setelah itu? Bukan! Bukan...

Kebaikan Sederhana

Aku iri pada mereka; yang diam-diam didoakan dan seluruh penduduk langit turut mengaminkan. Di suatu senja.. Ketika di jalan, tak sengaja perempuan itu menemukan seorang orang tua yg hendak menyebrang jalan. Tentu saja, perempuan itu langsung menggenggam tangan si orang tua dan menuntunnya berjalan melewati kendaraan yg sejenak berhenti di lampu merah. Betapa bahagianya hati si orang tua. Merasa dipedulikan dan disayangi. Siapa sangka, dalam hening sujud terakhirnya, ada nama si perempuan yg turut didoakan. Tersebab sebuah peristiwa di suatu senja di perempatan jalan. Betapa bahagianya menjadi perempuan itu, saat dalam lelapnya terbuai mimpi, justru penduduk langit mendoakannya sebab kebaikan yg ia lakukan terhadap si orang tua. Mungkin baginya itu tidak seberapa, tak perlu menyusuri lelah utk bisa menyenangkan hati orang lain. Tapi justru yg sederhana itu, yg memviralkan namanya dikalangan para malaikat. Teringat; bagaimana nasihat para orang baik. Utk tidak meremehkan kebaikan sekeci...