Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2020

Betapa saling menghargai sangat penting.

Dalam segala jenis hubungan sesama manusia, sikap saling menghargai harus dimiliki oleh setiap orang. Entah itu hubungan pertemanan, partner kerja, apalagi hal yang lebih intens seperti pasangan dan keluarga. Sikap saling menghargai bisa dijadikan sebagai salah satu indikator kedewasaan seseorang. Ketika kita tidak hanya menghargai segala hal yang menyangkut diri sendiri, tetapi mencoba untuk lebih membuka hati untuk menerima segala hal yang menyangkut orang lain. Entah itu pendapatnya, pilihannya, atau tentang bagaimana ia memandang kehidupan ini.  Hal ini, mau tidak mau akan menggiring seseorang untuk menjadi lebih open–minded . Sehingga ketika orang lain melakukan perbincangan dengannya terasa mengalir begitu saja. Tidak ada saling adu argumentasi yang berujung pada pertengkaran atau saling menjatuhkan. Justru setiap perbincangan akan menghasilkan sebuah solusi baru. Dulu sekali, ketika saya baru memasuki usia remaja, kira-kira saat masih duduk di bangku SMA. Jika saya bandingka...

Mengemban amanah paling mulia

Selalu melekat dalam ingatan wanita muslimah bahwa tanggung jawab seorang perempuan setelah berkeluarga tidak hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tetapi telah merangkap memiliki tanggung jawab sebagai istri dan Ibu ketika sudah dikaruniai buah hati. Tanggung jawab seorang Ibu dalam membina dan mendidik kepribadian anak lebih besar dibandingkan dengan tanggung jawab seorang Ayah. Bagaimana tidak, seorang Ibu memiliki intensitas waktu yang jauh lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak di rumah dibandingkan dengan Ayah yang memiliki tanggung jawab lain mencari nafkah. Maka jika sang Ibu memiliki akhlak dan kepribadian yang mulia, tentu anak-anak mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik dalam asuhannya.  Begitu banyak tercatat dalam sejarah tentang jejak kiprah para Ibu luar biasa yang mampu melahirkan pribadi-pribadi berlian yang cahayanya terus berpendar menerangi sejarah umat manusia. Sebut saja Imam Asy-Syafi`i, adalah seorang yatim sejak masa belia, namun bel...

Belajar tentang keberanian dari Fathimah binti Khattab dan Malala Yousafzai

Kalian pasti pernah membaca kisah heroik Fatimah binti Khattab ketika berhadapan dengan lelaki bertubuh kekar yang hatinya dipenuhi amarah; Umar bin Khattab. Kala itu ia datang dengan sebilah pedang yang diikat di pinggangnya, dengan tujuan untuk memenggal kepala Fatimah yang berani menentang agama nenek moyangnya.  Tiba-tiba saja pukulan keras menghantam wajah wanita yang hatinya dipenuhi cahaya iman itu. Berdarah-darah wajahnya, sambil meringis dalam tangis menahan kesakitan. Tapi ia tetap  berdiri, menghadapkan wajahnya pada lelaki berwajah kejam penuh kemarahan. Pernah gak? Kamu membaca kisah keberanian seorang gadis kecil tanpa dosa. Ketika ia memperjuangkan hak yang seharusnya ia dapatkan; pendidikan. Di hadapan kawan-kawannya, sebuah peluru dari seorang tentara Taliban mendarat tepat di bagian kepalanya. Kala itu, semua orang berpikir ia akan mati. Tapi takdir berkehendak lain. Ia hidup kembali.  Kau tahu? Apa yang dilakukannya setelah itu? Bukan! Bukan...